DESA SUKAMAJU – Suasana hening dan damai menyelimuti seluruh penjuru Desa Sukamaju saat umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946. Perayaan yang jatuh pada hari Senin lalu ini menjadi momen penting bagi umat Hindu untuk melakukan introspeksi diri, sekaligus menjadi cerminan indahnya toleransi di tengah masyarakat desa kita.
Sejak pagi hari, tidak ada aktivitas warga di luar rumah seperti biasanya. Umat Hindu di Desa Sukamaju dengan khidmat menjalankan empat pantangan utama yang dikenal dengan Catur Brata Penyepian, yaitu:
Pelaksanaan Nyepi tahun ini berjalan dengan sangat lancar berkat kerja sama dan rasa saling menghormati dari seluruh warga. Warga non-Hindu turut berpartisipasi dengan tidak mengadakan kegiatan yang dapat menimbulkan keramaian serta membatasi penggunaan lampu di malam hari sebagai bentuk penghormatan.
Bapak Budi Santoso, Kepala Desa Sukamaju, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh masyarakat. "Saya sangat bangga dengan kedewasaan dan rasa persaudaraan yang ditunjukkan oleh warga Desa Sukamaju. Peringatan Nyepi ini bukan hanya ritual keagamaan bagi saudara kita umat Hindu, tetapi juga pelajaran berharga bagi kita semua tentang pentingnya saling menghargai dan menjaga keharmonisan," ujarnya.
Keamanan selama perayaan Nyepi juga terjaga dengan baik berkat sinergi antara Pecalang (petugas keamanan adat Bali) dengan tim keamanan desa. Mereka bersama-sama memastikan suasana tetap kondusif hingga perayaan usai.
Peringatan Nyepi tahun ini kembali menjadi bukti nyata bahwa perbedaan keyakinan bukanlah halangan untuk hidup rukun dan damai. Semoga semangat refleksi diri dan kebersamaan ini dapat terus kita pelihara dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun Desa Sukamaju yang lebih baik.
Kirim Komentar