Desa Makmur Sentosa – Suasana penuh kemeriahan dan khidmat menyelimuti Desa Makmur Sentosa pada hari Sabtu, 28 Oktober 2023. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak-anak hingga para sesepuh, bersatu padu merayakan tradisi tahunan yang telah lestari sejak zaman nenek moyang: Sedekah Bumi. Acara ini bukan sekadar ritual biasa, melainkan sebuah manifestasi rasa syukur mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, kesuburan tanah, dan hasil panen melimpah yang telah diberikan kepada bumi pertiwi, khususnya di lahan pertanian Desa Makmur Sentosa.
Sedekah Bumi, atau sering juga disebut Nyadran Bumi, adalah sebuah ritual adat yang telah mendarah daging di kalangan masyarakat agraris. Esensinya adalah wujud penghormatan dan terima kasih kepada alam semesta, khususnya bumi, yang telah menyediakan sumber kehidupan. Lebih dari itu, tradisi ini juga menjadi sarana untuk memohon keberkahan agar panen di masa mendatang semakin melimpah, terhindar dari hama penyakit, serta seluruh warga desa senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan.
Persiapan untuk perayaan Sedekah Bumi tahun ini telah dimulai jauh-jauh hari. Semangat gotong royong terpancar jelas saat warga bahu-membahu membersihkan lingkungan desa, memperbaiki jalan, serta menyiapkan berbagai perlengkapan upacara. Ibu-ibu PKK dan kelompok pengajian sibuk meracik aneka hidangan tradisional dan menyusun tumpeng-tumpeng megah yang terbuat dari nasi kuning, sayur-mayur, lauk pauk, serta berbagai hasil bumi seperti padi, jagung, umbi-umbian, dan buah-buahan segar. Semua bahan dipilih dengan teliti sebagai simbol kemakmuran dan kesuburan tanah Desa Makmur Sentosa.
Puncak acara dimulai pagi hari dengan Kirab Budaya yang sangat meriah. Ratusan warga berpakaian adat tradisional, berbaris rapi mengiringi arak-arakan gunungan tumpeng dan hasil bumi dari Balai Desa menuju Lapangan Hijau, pusat perayaan. Setiap RT di Desa Makmur Sentosa menampilkan kreasi gunungan mereka sendiri, menambah semarak visual kirab. Musik gamelan mengiringi langkah para peserta, diselingi sorak sorai gembira penonton yang memadati pinggir jalan.
Setibanya di Lapangan Hijau, seluruh gunungan diletakkan di area yang telah disiapkan. Acara dilanjutkan dengan Doa Bersama yang dipimpin oleh tokoh agama dan sesepuh desa. Dalam suasana hening dan khusyuk, doa dipanjatkan memohon keselamatan, kemakmuran, dan keberkahan bagi seluruh warga desa serta kesuburan lahan pertanian. Setelah doa, Bapak Budi Santoso, Kepala Desa Makmur Sentosa, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada seluruh warga atas partisipasi aktif dan semangat kebersamaan yang terus terpelihara.
Partisipasi aktif dari berbagai lapisan usia, khususnya generasi muda, menjadi bukti bahwa tradisi ini bukan hanya sekadar warisan, melainkan juga bagian integral dari identitas dan kebanggaan Desa Makmur Sentosa. Mereka terlibat dalam kepanitiaan, penampilan seni, hingga membantu menyusun gunungan, menunjukkan komitmen untuk menjaga api semangat leluhur tetap menyala. Proses ini secara tidak langsung menanamkan pemahaman akan pentingnya menghormati alam dan menjaga keseimbangan ekosistem, sebuah pelajaran berharga yang semakin relevan di era modern ini.
Setelah sambutan dan doa, momen yang paling ditunggu-tunggu pun tiba: berebut gunungan. Warga dengan antusias mendekati gunungan hasil bumi, percaya bahwa setiap bagian dari sesajen tersebut membawa berkah. Momen ini selalu menjadi simbol kebersamaan, di mana warga berbagi rezeki dan kegembiraan, memperkuat tali silaturahmi. Acara kemudian dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan kesenian tradisional seperti reog, jaranan, dan karawitan yang dibawakan oleh sanggar seni lokal, serta kreasi tari-tarian dari anak-anak dan remaja, menunjukkan estafet pelestarian budaya yang tak terputus.
Sedekah Bumi di Desa Makmur Sentosa bukan hanya sekadar perayaan sesaat. Ia adalah pengingat pentingnya keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. Tradisi ini mengajarkan nilai-nilai luhur seperti rasa syukur, gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui Sedekah Bumi, identitas budaya desa semakin kokoh, dan ikatan persaudaraan antarwarga semakin erat.
Semoga semangat kebersamaan dan rasa syukur yang terpancar dari perayaan Sedekah Bumi tahun ini dapat terus menginspirasi dan membimbing langkah kita ke depan. Mari kita jaga dan lestarikan warisan adiluhung ini, agar generasi mendatang dapat merasakan dan memahami betapa berharganya nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, Desa Makmur Sentosa akan terus menjadi desa yang makmur, sentosa, dan berbudaya, senantiasa dilimpahi keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Kirim Komentar