Lapangan Desa Suka Makmur diselimuti suasana meriah dan penuh warna pada hari Sabtu (18/05/2024). Ratusan warga, dari anak-anak hingga orang tua, tumpah ruah untuk menyaksikan dan berpartisipasi dalam gelaran akbar tahunan "Festival Pesona Budaya Suka Makmur 2024". Dengan mengusung tema "Harmoni dalam Tradisi, Energi untuk Negeri", festival ini kembali digelar dengan lebih semarak, menjadi bukti nyata komitmen warga dalam melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus mempererat tali persaudaraan.
Acara resmi dibuka pada pukul 09.00 pagi oleh Kepala Desa Suka Makmur, Bapak Budi Santoso, yang ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya. "Festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan jiwa dari desa kita. Ini adalah cara kita menunjukkan kepada generasi muda tentang kekayaan tradisi yang kita miliki dan pentingnya gotong royong dalam membangun desa menjadi lebih maju dan berbudaya," ujarnya penuh semangat di hadapan warga.
Rangkaian acara diawali dengan parade budaya yang spektakuler. Berbagai kontingen dari setiap Rukun Warga (RW) menampilkan kreativitas mereka dengan mengenakan kostum adat nusantara, pakaian profesi petani, hingga kreasi unik dari bahan daur ulang. Arak-arakan ini berjalan mengelilingi jalan utama desa, diiringi alunan musik tradisional yang membangkitkan semangat. Anak-anak dari PAUD dan sekolah dasar juga tak mau ketinggalan, mereka tampil menggemaskan dengan pakaian adat mini yang mencuri perhatian seluruh penonton di sepanjang rute parade.
Setelah parade, panggung utama menjadi pusat perhatian. Berbagai pertunjukan seni tradisional disajikan secara bergantian. Penampilan tari topeng oleh Sanggar Seni "Cipta Rasa" berhasil memukau penonton dengan gerakan yang dinamis dan ekspresif. Suasana semakin semarak saat grup Kuda Lumping dari Karang Taruna "Tunas Bangsa" menunjukkan kebolehannya. Tak hanya itu, lantunan merdu dari ibu-ibu PKK yang menyanyikan lagu-lagu daerah dengan iringan gamelan sederhana turut menghangatkan suasana, menunjukkan bahwa seni adalah milik semua kalangan di Desa Suka Makmur.
Di sudut lain lapangan, gelak tawa riuh terdengar dari area perlombaan permainan tradisional. Berbagai permainan warisan leluhur seperti balap egrang, lomba bakiak beregu, dan tarik tambang menjadi ajang adu ketangkasan sekaligus nostalgia bagi para orang tua. Lomba-lomba ini tidak hanya menawarkan hadiah menarik, tetapi yang lebih penting adalah menanamkan kembali nilai-nilai sportivitas, kerja sama tim, dan kegembiraan sederhana yang kini mulai jarang ditemui di era digital. Semangat peserta menambah keceriaan festival.
Festival ini juga menjadi panggung bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa. Puluhan stan bazar berjejer rapi, menyajikan aneka produk unggulan lokal. Berikut adalah beberapa kategori produk yang ditawarkan:
Ibu Siti, salah seorang pengunjung dari desa tetangga, mengaku sangat terkesan. "Saya setiap tahun datang ke sini. Selalu ada yang baru dan suasananya sangat hangat. Makanan di bazarnya juga enak-enak. Ini benar-benar pesta rakyat yang sesungguhnya," tuturnya sambil tersenyum.
Kesuksesan Festival Pesona Budaya Suka Makmur 2024 tidak lepas dari kerja keras panitia, partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, dan antusiasme para pengunjung. Acara ini telah berhasil membuktikan bahwa budaya lokal memiliki daya tarik yang kuat dan mampu menjadi perekat sosial yang ampuh. Pemerintah Desa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat. Diharapkan, semangat pelestarian budaya dan kebersamaan ini akan terus menyala serta menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan di tahun-tahun mendatang. Sampai jumpa di Festival Pesona Budaya Suka Makmur tahun depan!
Kirim Komentar