Maju Sejahtera – Dalam upaya meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan para peternak lokal, Pemerintah Desa Maju Sejahtera sukses menyelenggarakan “Workshop Pengolahan Hasil Ternak untuk Peningkatan Pendapatan Keluarga”. Acara yang digelar di Balai Desa pada hari Sabtu, 25 Mei 2024, ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta yang terdiri dari para peternak, anggota PKK, dan perwakilan karang taruna.
Selama ini, potensi sektor peternakan di Desa Maju Sejahtera sangat besar, namun sebagian besar hasilnya masih dijual dalam bentuk mentah seperti susu segar, daging, dan telur. Hal ini menyebabkan harga jual yang diterima peternak cenderung rendah dan rentan terhadap fluktuasi pasar. Menyadari tantangan tersebut, Kepala Desa Maju Sejahtera, Bapak Haryono, menginisiasi program pelatihan ini sebagai solusi konkret untuk menciptakan nilai tambah pada produk lokal.
“Kita tidak bisa selamanya hanya menjadi pemasok bahan mentah. Warga kita harus mampu mengolahnya menjadi produk jadi yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan daya simpan lebih lama,” ujar Bapak Haryono dalam sambutan pembukaannya. “Workshop ini adalah langkah awal kita bersama untuk menjadikan Desa Maju Sejahtera sebagai sentra produk olahan ternak yang berkualitas.”
Acara ini menghadirkan narasumber ahli, Bapak Dr. Ir. Budi Santoso, M.Si., seorang praktisi dan akademisi dari Dinas Peternakan Kabupaten. Dengan gaya penyampaian yang interaktif dan mudah dipahami, Bapak Budi memaparkan berbagai teknik pengolahan hasil ternak yang dapat diaplikasikan dalam skala rumah tangga maupun usaha kecil.
Materi yang disampaikan tidak hanya teori, tetapi juga praktik langsung. Para peserta diajak untuk terlibat aktif dalam proses pembuatan berbagai produk olahan, di antaranya:
Selain teknik produksi, Bapak Budi juga menekankan pentingnya aspek higiene, pengemasan, dan strategi pemasaran sederhana. “Produk yang enak dan sehat harus didukung dengan kemasan yang menarik dan bersih. Ini adalah kunci untuk menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya di dalam desa tetapi juga di luar,” jelasnya.
Antusiasme peserta sangat terasa sepanjang acara. Ibu Aisyah, salah seorang anggota PKK yang juga memiliki beberapa ekor ayam di rumahnya, mengaku mendapatkan wawasan baru yang sangat berharga. “Selama ini telur dari ternak saya hanya dijual begitu saja ke warung. Setelah ikut pelatihan ini, saya jadi terinspirasi untuk mencoba membuat telur asin dan nugget untuk dijual. Ternyata tidak sesulit yang dibayangkan,” ungkapnya dengan semangat.
Workshop ini tidak berhenti sebagai acara seremonial semata. Pemerintah Desa berkomitmen untuk melakukan pendampingan lanjutan bagi peserta yang serius ingin merintis usaha. Rencana ke depan mencakup fasilitasi pengurusan izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), bantuan desain kemasan, serta pembentukan kelompok usaha bersama untuk memudahkan pemasaran.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan akan lahir wirausahawan-wirausahawan baru di Desa Maju Sejahtera. Peningkatan nilai jual hasil ternak melalui pengolahan diharapkan dapat secara langsung berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga, membuka lapangan kerja, dan pada akhirnya mewujudkan kemandirian ekonomi desa. Ini adalah bukti nyata bahwa dengan inovasi dan kolaborasi, potensi lokal dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan bersama.
Kirim Komentar