Musim panen yang melimpah seringkali menjadi berkah sekaligus tantangan bagi petani di Desa Harapan Jaya. Fluktuasi harga dan keterbatasan pasar dapat menurunkan nilai jual produk pertanian secara signifikan. Merespons kondisi ini, Pemerintah Desa Harapan Jaya berkolaborasi erat dengan Tim Penggerak PKK dan Dinas Pertanian setempat sukses menyelenggarakan "Pelatihan Pengolahan Hasil Tani Inovatif" pada tanggal 10-12 Mei 2024 di Balai Desa. Kegiatan ini bertujuan strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal, membuka peluang usaha baru, serta mendorong kemandirian ekonomi warga desa. Antusiasme tinggi terpancar dari puluhan peserta yang hadir, siap menyerap ilmu demi mewujudkan masa depan desa yang lebih cerah, sebuah investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan lokal.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini dirancang secara komprehensif, memadukan teori dengan praktik langsung. Sebanyak 45 peserta, terdiri dari ibu-ibu rumah tangga, pemuda-pemudi desa, dan anggota kelompok tani, mendapatkan bimbingan intensif dari para narasumber ahli. Bapak Ir. Budi Santoso, seorang praktisi pangan dan perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten, menyampaikan materi mengenai potensi lokal, standar kebersihan dan keamanan pangan (seperti izin PIRT atau BPOM), serta strategi pemasaran produk UMKM. Beliau menekankan pentingnya inovasi dalam menciptakan produk olahan yang menarik, memiliki daya saing, dan dapat bertahan di pasar.
Sesi praktik menjadi bagian paling dinanti dan interaktif. Para peserta diajak langsung untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat. Beragam komoditas lokal Desa Harapan Jaya, seperti singkong, pisang, ubi, hingga lele dan jamur, diolah menjadi produk-produk bernilai jual tinggi. Contohnya:
Setiap tahapan pengolahan, mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas, proses produksi higienis, pengemasan menarik, hingga perhitungan biaya dan penetapan harga, diajarkan secara detail dan teliti.
Salah satu peserta, Ibu Siti Aminah dari Dusun Melati, mengungkapkan rasa syukurnya. "Pelatihan ini sangat membuka wawasan kami. Selama ini kami hanya menjual hasil panen apa adanya dengan harga kadang jatuh. Sekarang kami tahu cara mengolahnya agar lebih awet, bernilai tambah, dan harganya bisa berlipat ganda. Saya berencana akan mencoba membuat keripik singkong pedas manis untuk dijual di warung desa dan pasar mingguan," ujarnya penuh semangat, mencerminkan harapan banyak peserta lainnya.
Kepala Desa Harapan Jaya, Bapak H. Rahmat Wijaya, dalam sambutannya saat penutupan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. "Kegiatan ini merupakan salah satu program prioritas desa untuk mewujudkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga secara signifikan. Kami berharap, setelah pelatihan ini, akan muncul wirausaha-wirausaha baru di Desa Harapan Jaya yang mampu menggerakkan roda perekonomian lokal. Pemerintah desa siap memberikan dukungan lebih lanjut, termasuk fasilitasi perizinan, akses permodalan melalui BUMDes, dan strategi pemasaran produk, baik secara daring maupun luring," tegasnya. Beliau juga menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan fondasi awal yang kokoh untuk membentuk kelompok usaha bersama yang berkelanjutan di masa mendatang, demi kemajuan kolektif.
Pelatihan Pengolahan Hasil Tani Inovatif di Desa Harapan Jaya tidak hanya memberikan keterampilan praktis baru, tetapi juga menumbuhkan semangat kewirausahaan dan optimisme di kalangan warga. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi perkembangan industri rumah tangga dan UMKM di desa, menciptakan produk unggulan yang menjadi ciri khas dan kebanggaan Desa Harapan Jaya. Mari bersama-sama mendukung produk olahan lokal karya warga kita, demi kemajuan dan kesejahteraan Desa Harapan Jaya yang berkelanjutan dan mandiri. Partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan visi desa yang mandiri dan sejahtera.
Disclaimer: Artikel ini digenerate menggunakan AI untuk keperluan testing dan development. Jika terdapat kesamaan dengan kejadian, tokoh, atau tempat yang sebenarnya adalah kebetulan semata.
Kirim Komentar