You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Bondo
Logo Desa Bondo
Desa Bondo

Kec. Bangsri, Kab. Jepara, Provinsi Jawa Tengah

Selamat Datang di Portal Website Resmi Pemerintahan Nagari Tj.Haro Sikabu-kabu Pd.Panjang | Informasi Nagari adalah Hak Masayarakat - UU RI No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi | AWASI Pembangunan Nagari Kita - LAPORKAN Bila Ada Penyimpangan

Kondisi Lingkungan Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang

Herry 08 Juni 2022 Dibaca 17 Kali
Kondisi Lingkungan Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang

Nagari TjHaro Sikabu-kabu Pd Panjang memiliki kondisi geografis yang didominasi oleh perbukitan, lembah, kawasan hutan, serta lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat. Secara iklim, nagari ini beriklim tropis dengan curah hujan yang relatif tinggi sepanjang tahun, terutama pada musim penghujan. Kondisi tersebut memberikan manfaat bagi sektor pertanian, namun di sisi lain juga meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir lokal, pohon tumbang, dan erosi pada beberapa wilayah yang memiliki kemiringan lereng cukup curam. Selain itu, perubahan iklim yang ditandai dengan pola cuaca yang semakin tidak menentu berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian, ketersediaan air, serta meningkatkan risiko bencana alam. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat ketahanan iklim, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana guna mewujudkan pembangunan nagari yang berkelanjutan dan tangguh bencana.

Potensi Rawan Bencana

Ada beberapa potensi bencana alam yang berpotensi terjadi di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang diantaranya adalah :

  • Bencana Gempa Bumi

Gempa bumi sering tertadi di Nagari  Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang. Namun bukan sebagai sumber atau pusat gempa melainkan guncangan akibat berada berbatasan dengan Nagari Situjuah Limo Nagari yang memiliki sesar aktif. Dimana berdasarkan publikasi ilmiah “The Sumatra fault system, Indonesia” Januari 2001 oleh Danny Hilman Natawidjaja dan Kerry Sieh dari California Technology University menunjukkan Kabupaten Lima Puluh Kota dilewati sesar aktif.

Analisis geomorfologi citra Landsat yang di-overlay peta sesar aktif dari Caltech tersebut menunjukkan sesar aktif tersebut memotong di 4 kecamatan, yaitu Situjuah Limo Nagari, Suliki, Gunuang Omeh, Harau, dan Bukit Barisan.

  • Bahaya Gerakan Tanah Longsor

Tanah longsor merupakan pergerakan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran ke arah yang lebih rendah. Ada 6 (enam) jenis tanah longsor, yaitu :

  1. longsoran translasi,
  2. longsoran rotasi,
  3. pergerkan blok,
  4. runtuhan batu,
  5. rayapan tanah, dan
  6. aliran bahan rombakan.

Longsoran ini disebut juga longsoran translasi blok batu. Sedangkan faktor-faktor penyebab tanah longsor adalah :

  1. hujan,
  2. lereng terjal,
  3. tanah yang kurang padat dan tebal,
  4. batuan yang tidak kompak,
  5. jenis penggunaan lahan,
  6. getaran, beban tambahan,
  7. erosi,
  8. material timbunan pada tebing,
  9. bekas longsoran lama,
  10. diskontinuitas, dan
  11. penggundulan hutan.

Gejala umum tanah longsor diantaranya adalah munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing, munculnya mata air baru secara tiba-tiba, tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan. Peristiwa tanah longsor yang terjadi di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang pada umumnya terdapat pada daerah dengan kondisi geologi yang tidak stabil dan seringkali dipicu oleh terjadinya hujan deras yang melebihi titik tertinggi. Tanah longsor biasanya menyebabkan terganggunya fungsi infrastruktur umum seperti jalan yang pada kiri kanan adalah areal perkebunan masyarakat.

Penyebab longsoran adalah curah hujan yang tinggi pada saat kejadian, kemiringan yang terjal dari lereng gunung sago menyebabkan material mudah bergerak. Adanya bidang yang lemah berupa kontak batuan yang bersifat sarang dengan batuan dasar yang kedap air dan berfungsi sebagai bidang gelincir.

  • Bahaya Banjir Bandang/ Longsor

Pada tahun 2010 telah terjadi bencana alam galodo di Nagari  Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang yang berasal dari kaki gunung sago. Galodo atau semacam banjir bandang saat itu datang dari arah gunung sago dan terpecah kesejumlah Kecamatan seperti Luak, Lareh Sago Halaban dan Situjuah Limo Nagari.

Karena besarnya jumlah air dan didukung dengan kemiringan yang terjal membuat galodo semakin berpotensi menerpa segala yang dilewatinya hingga sarana infrastruktur seperti jembatan dan area persawahan rusak parah kala itu. Selain bencana galodo di Nagari  Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang belum pernah mengalami bencana banjir lainnya karena posisi dan letak geografis yang berada pada interval kemiringan 0 sampai 40 derajat sehingga air dengan mudah menurun dan mencari dataran terendah.

  • Bahaya Kekeringan

Kekeringan merupakan bencana utama dan sering terjadi di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang. Pada musim kemarau hampir 600 hektar area persawahan mengalami kekeringan dan tidak dapat dioleh sebagai sumber pendapatan utama warga. Bencana kekeringan ini juga mengakibatkan warga sulit mendapat air bersih untuk dikonsumsi dan kebutuhan sehari-hari.

Faktor utama bahaya kekeringan ini disebabkan karena belum adanya system tahanan air yang dibangun secara tekhnis sehingga air yang cukup besar pada musim hujan terlepas begitu saja kepermukaan yang lebih rendah dikarenakan Nagari  Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang berada di kemiringan.

Jika musim penghujan air dengan mudahnya mengisi dataran terendah tanpa adanya tahanan yang dibuat secara tekhnis sehingga pada musim kemarau cadangan air tidak lagi mencukupi kebutuhan warga baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk kebutuhan pengolahan sawah.

  • Bahaya Angin Ribut

Angin ribut sering terjadi di musim kemarau, karena berada tepat dilereng gunung sago, Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang merupakan Nagari yang rentan diterpa bahaya angin ribut. Biasanya angin ribut yang berasal dari arah utara berhembus kearah selatan dan terbentur dengan gunung sago dan mengakibatkan angin terpecah kesegala penjuru arah. Ketidak setabilan angin ribut tersebut membuat sejumlah sarana pemukiman dan sarana umum yang ada di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang mengalami kerusakan. Bahkan sudah tidak terhitung lagi jumlah kerusakan yang disebabkan angin ribut ini.

Bukan hanya pemukiman, angin ribut juga kerap memporak porandakan tanaman warga seperti kebun jagung, mentimun dan tanaman lunak lainnya. Bahkan Angin ribut ini juga mampu menumbangkan tanaman keras seperti manggis, kelapa dan mangga. Datangnya angin ribut ini tidak bisa diprediksi. Hanya saja, masyarakat kerap menjadikan laju awan yang kencang disertai terpaan angin sebagai pertanda kehati-hatian.

  • Bahaya Kebakaran Hutan

Kebakaran hutan juga merupakan agenda bencana yang terjadi tiap tahun di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang. Selain bahaya kekeringan, musim kemarau serta merta juga berdampak kepada rentannya hutan pinus yang tumbuh diatas tanah ulayat Nagari lebih dari 100 hektar ikut terbakar.

Kebakaran hutan pinus ini berdampak bagi kesehatan dan ekonomi warga masyarakat setempat. Selain menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), asap yang merupakan dampak kebakaran hutan pinus ini serta merta membuat habitat hewan yang semula tinggal dikawasan hutan pinus bermigrasi kepersawahan dan perkebunan masyarakat. Hewan seperti burung, babi dan monyet merusak tanaman yang berada disekitar area hutan pinus.

Rentannya kebakaran hutan pinus ini belum dapat ditanggulangi dengan baik karena posisi tumbuhnya berada diarea perbukitan seperti bukik kanduang, bukik silarak, bukik balimbiang dan talang yang belum dilengkapi sarana dan prasarana jalan maupun system pemadaman kebakaran. Pemerintah Nagari  Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang kedepan akan menjadikan kebakaran hutan ini sebagai agenda yang harus dituntaskan baik melalui deregulasi ataupun konversi sehingga bencana kebakaran hutan dapat diminimalisir.

Tanggap Bencana

Bencana bukan hanya urusan kemanusiaan semata. Bencana menyoal urusan investasi pembangunan ke depan. Itulah mengapa, upaya penanggulangan bencana menjadi urusan semua pihak, yakni pemerintah, lembaga nonpemerintah, dunia usaha, dan partisipasi aktif masyarakat seperti yang dimandatkan dalam Undang- Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Dalam upaya membangun ketangguhan, diperlukan keterlibatan multipihak. Dalam upaya untuk mewujudkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana, Pemerintah Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang membentuk  tim Tangga Bencana Nagari (TAGANA) dan memiliki perhatian serius atas upaya-upaya peningkatan kapasitas untuk masyarakat Nagari terhadap bencana yang terjadi di Nagari ataupun luar nagari. Nagari ialah pemerintah di tingkat paling bawah, dan masyarakatnya adalah pelaku utama dalam upaya penanggulangan bencana, dan sekaligus menjadi kelompok pertama yang menerima dampak bencana.

Nagari Tangguh Bencana adalah Nagari yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan (Peraturan Kepala BNPB Nomor 1 Tahun 2012). Ketangguhan ini bersifat multi-disiplin dan multi-sektoral, khususnya yang memiliki pengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat. Setidaknya setidaknya ada 20 indikator untuk menggambarkan ketangguhan yang terbagi dalam 6 kategori.

Upaya penanganan masyarakat dilakukan oleh Nagari secara mandiri maupun pihak lain untuk memastikan keberlanjutannya Tanpa intervensi pemerintah, Nagari telah memiliki ketangguhan, yang kita kenal dengan kearifan lokal (local wisdom).

Untuk menangguhkan Nagari tidak bisa dilakukan dalam waktu setahun. Butuh proses dalam membangun ketangguhan yang berkelanjutan. Menjadikan budaya sadar bencana menjadi nilai-nilai pembangunan di desa/kelurahan. Untuk itulah, BNPB bersama Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyusun Buku Penilaian Ketangguhan Desa. Ketangguhan yang dimaksud adalah ketangguhan ikhtiyar. Ketangguhan sejati ada pada masing-masing individu yang tidak bisa dinilai oleh pihak manapun, kecuali yang bersangkutan. Tidak ada jaminan desa/kelurahan yang dinyatakan tangguh bencana, bila ada bencana maka tidak ada korban jiwa. Inilah ikhtiyar yang dilakukan oleh multipihak.

Sumber : Dokumen RPJM Nagari Tahun 2022
Keterangan : data ini bersifat berkala, dan dapat diupdate berdasarkan kondisi serta informasi terbaru, jika ada informasi dan data terbaru kami akan melakukan update secara berkala.

 

 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

APBD 2026 Pendapatan

APBD 2026 Pembelanjaan