Potensi nagari merupakan segenap sumber daya alam serta sumber daya manusia yang dimiliki nagari dan potensi lainnya yang ada di nagari. Sumber daya tersebut dianggap sebagai modal dasar yang nantinya dapat dikelola dan juga dikembangkan demi kepentingan, kelangsungan dan perkembangan nagari menuju nagari mandiri.
a. Potensi Sumber Daya Alam
Berdasarkan rencana tata ruang nagari kedepannya adalah berbasis kawasan. Potensi sumber daua alam terdiri dari beberapa kawasan seperti kawasan peruntukan budidaya antara lain kawasan pertanian, kawasan perikanan, kawasan peruntukan industri dan kawasan pariwisata. Kawasan pertanian ini meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan yang kesemuanya itu menyebar di 6 jorong di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang.
Kawasan perikanan meliputi perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Kawasan industri berupa sentra industri kecil dan menengah terdapat diwilayah jorong. Kawasan pariwisata meliputi kawasan wisata alam dan kawasan wisata budaya. Kawasan pariwisata ini tersebar di beberapa jorong.
- Sektor Kawasan Pertanian :
Hasil pertanian di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang terdiri atas tanaman pangan dan hortikultura yang dihasilkan seperti padi sawah, padi ladang, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, cabe, bawang merah, tomat, kacang panjang, ketimun, buncis, kangkung, bayam dan bawang daun. Sebagian besar areal pertanian dipergunakan oleh petani untuk areal persawahan degan menghasilkan padi (beras) berbagai varietas.
Didalam mengolah lahan pertaniannya, sebagian besar petani masih melakukan pola-pola tradisional dan sebagian lagi telah menggunakan teknologi pertanian yang diberikan oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) karena tergabung dalam beberapa kelompok tani. Kelompok-kelompok tani tersebut dikoordinir dalam suatu wadah yaitu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Berikut ini adalah kelompok-kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan “Lestari” Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang.
Sumber : Hasil Pengolahan data oleh Tim Pendataan Nagari tahun 2022
Kedepan, area sawah tadah hujan yang belum tersentuh irigasi diharapkan dapat produktif dengan upaya eksploarsi mata air baru sehingga memenuhi quota kebutuhan air yang dialiri melalui pembangunan jaringan irigasi baru. Selain itu guna menjaga kebutuhan air agar mampu bertahan harus ada langkah antisipatif berupa penyedian bank air sebagai resapan dan pertahanan sehingga air tidak mudah lepas kedataran yang lebih rendah.
Penerapan tekhnologi tepat guna juga diharapkan dapat terlaksana dalam upaya pemanfaatan sumber daya maupun potensi yang dapat menunjang produktifitas hasil pertanian sebagai Nagari Mandiri Pangan.
- Sektor Kawasan Perkebunan
Bidang perkebunan adalah salah satu usaha perekonomian unggulan selain pertanian (sawah). Bagi masyarakat Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang, Kakao (cokelat) merupakan tanaman perkebunan unggulan. Hampir disetiap lahan kosong (pekarangan) dan tegalan masyarakat ditanami tanaman kakao, pisang, kelapa dan tanaman lainnya. Kuntitas dan kualitas produksi tanaman kakao (buah kakao) di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang cukup besar dan bagus. Secara tidak langsung, tanaman kakao ini memberikan dampak peningkatan pendapatan masyarakat petani diluar hasil pertanian.
Dengan luasnya areal yang ditanami kakao, perlu dilakukan berbagai upaya dalam menjaga kualitas dan kuantitas dari buah kakao agar tetap mengalami peningkatan mutu dari tahun ketahun. Selain itu, perluasan area perkebunan dan pemberdayaan lahan kering harus dioptimalkan termasuk pekarangan rumah.
- Sektor Kawasan Peternakan
Jenis peternakan yang ada di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang adalah sapi potong, kerbau, kambing, ayam ras petelur, ayam pedaging, ayam buras, itik dan puyuh. Usaha peternakan yang paling dominan dilakukan oleh hampir sebagian besar masyarakat adalah ternak sapi yang dijadikan sebagai usaha sampingan dan sarana untuk menabung. Namun pengelolaan dan pengolahannya masih skala kecil dan belum mempergunakan teknologi dibidang peternakan.
Usaha peternakan yang berkembang dan dilakukan oleh pihak swasta (non petani) di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang adalah ternak ayam potong dan ayam petelur. Sementara usaha peternakan itik, kambing dan kerbau belum tersentuh (tergarap) secara merata oleh petani.
Kedepan kelompok peternak harus diberdayakan melalui pembinaan oleh Pemerintah, Pemerintah daerah maupun Pemerintah Nagari dalam mempergunakan tekhnologi mulai dari pengolahan pakan ternak maupun pengolahan fases (kotoran ternak) menjadi pupuk organik hingga kepada pemasaran produk. Keterlibatan pihak swasta diharapkan dapat berperan aktif dalam memberdayakan masyarakat melalui kemitraan sebagai wujud kepedulian sosial terhadap lingkungan.
- Sektor Kawasan Perikanan
Di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang terdapat beberapa sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan usaha dibidang perikanan. Walaupun demikian, tidak seluruh masyarakat petani mampu memanfaatkan sumber daya alam ini untuk melakukan usaha perikanan, hanya sebagian kecil dari masyarakat petani di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang yang memanfaatkan sumber daya alam ini untuk berusaha perikanan.
Pemerintah Nagari akan berupaya untuk menambah jumlah debit air dengan cara menjaga dan melestarikan sumber mata air sehingga mencukupi kebutuhan luas lahan yang dialiri sehingga bidang perikanan mampu optimal dimanfaatkan oleh masyarakat petani sebagai salah satu upaya dalam peningkatan pendapatan maupun peningkatan nilai gizi masyarakat.
Saat ini sektor kawasan perikanan difokuskan di Jorong Tanjung Haro Utara.
- Sektor Kawasan Perindustrian dan Perdagangan
Sebahagian masyarakat Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang melakoni berbagai usaha industri rumah tangga dan kerajinan dengan berbagai macam produk olahan, antara lain, pembuatan aneka olahan dari ubi seperti kerupuk ubi, keripik lado, korak kaliang, pembuatan gula enau (saka), pengolahan aneka penganan ringan (kue kering dan basah), sulaman dan bordir, perabot, bengkel sepeda motor, rice miling unit (RMU)/hueler dan lainnya.
Industri rumahan ini tergolong kecil (mikro) karena masih berskala lokal dengan bertumpu pada pemasaran dalam Nagari, apalagi sektor industri ini berkaitan erat dengan sektor perdagangan. Sebahagian masyarakat lebih memilih membuka kedai harian atau warung kopi sehingga hasil pengolahan industry rumahan ini bisa dipasarkan melalui kedai harian atau warung kopi yang ada.
Usaha sulaman dan bordir maupun perabot juga tidak begitu menunjukkan peningkatan secara signifikan, hal tersebut difaktori karena keterbatasan sarana dan permodalan yang dimiliki kalangan usaha rumahan ini. Apalagi pemberdayaan dan pembinaan terhadap pelaku usaha ini masih belum dilakukan secara maksimal oleh sejumlah lembaga yang membidangi perindustrian dan perdagangan seperti perbankan ataupun bapak angkat.
Selain itu industri yang mengelola hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan potensi lainnya baik secara mikro maupun makro harus dikembangkan sehingga hasil pertanian dan sumber daya alam lainnya dapat dikelola di tingkat Nagari dan menjadikan Nagari memiliki daya saing.
Saat ini sektor kawasan industri difokuskan di Jorong Padang Panjang.
- Sektor Kawasan Pariwisata
Di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang memiliki potensi wisata alam yang cukup menarik untuk dikunjungi seperti panorama alam (view) Kayu Kolek dan Talang dengan pemandangan lepas dari ketinggian dikelilingi tumbuhan pinus. Ada juga air terjun sarasah Kayu Putiah di Jorong Sikabu-kabu yang berada tidak jauh dari panorama Talang dan beberapa kawasan yang telah ditetapan oleh nagari sebagai Kawasan Pariwisata.
Event pariwisata unik yang dapat dinikmati setiap tahun di Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang adalah pacu terbang itik “Flying Duck Race”. Pacu terbang itik ini pada awal mulanya adalah merupakan sejenis permainan anak Nagari. Kemudian seiring perkembangan waktu, tradisi ini berkembang menjadi event pariwisata yang rutin dilakukan setiap tahunnya.
Karena belum memiliki sarana dan prasarana penunjang serta perangkat pendukung lainya, potensi ini belum dapat dikembangkan secara maksimal. Kedepan, perlu perhatian dan kesamaan visi dalam pengembangan serta mengolah sumber daya alam (potensi) ini, sehingga dapat memberikan nilai tambah yang bermanfaat dan sumber Pendapatan Asli Nagari (PAN) bagi Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang.
Saat ini sektor kawasan Pariwisata difokuskan di Jorong Sikabu-kabu.
- Sektor Kawasan Pertambangan
Sempat beredar isu yang menyebutkan bahwa didalam perut bumi Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang terdapat kandungan mineral. Sehingga sejumlah kalangan mencoba ingin mencari tahu mineral apa yang terkandung pada wilayah kaki gunung sago ini. Selain memiliki kandungan mineral, di dalam bumi Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang memiliki banyak macam bebatuan yang belum termanfaatkan secara maksimal.
Melihat kondisi pertambangan Kabupaten Limapuluh Kota yang memiliki kandungan Mineral di sejumlah Nagari lainnya menjadikan isu ini sesuatu hal yang bukan tidak mungkin. Karena terbatasnya sumber daya manusia dan tidak didukung oleh pengetahuan yang lebih tentang pertambangan maka rumor ini secara berlahan mulai terabaikan.
Namun, tidak tertutup kemungkinan Pemerintah Nagari akan menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang berkompeten mengurus dan membidangi masalah pertambangan. Sehingga kedepan isu ini dapat dibuktikan kebenarannya.
- Sektor Kawasan Hutan
Selain kawasan hutan lindung gunung sago (kawasan konservasi gunung sago malintang) ada juga tanah ulayat yang tersebar di sejumlah jorong Kenagarian Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang saat ini ditumbuhi oleh tanaman jenis pinus melalui program Pemerintah pada masa orde baru. Hingga saat ini tanaman pinus tersebut berlahan mulai berkurang karena sengaja dirusak dan dibakar untuk lahan perkebunan masyarakat.
Disatu sisi, Tanah ulayat merupakan sumber daya alam yang diperoleh secara turun temurun dan dikuasai oleh masyarakat hukum adat di Propinsi Sumatera Barat yang memiliki hak ulayat hak kekuasaannya di pegang oleh niniak mamak dan pengelolaannya oleh pemerintah nagari. Disisi lain, tanaman yang tumbuh diatas tanah ulayat ini merupakan produk yang dihasilkan dari program dan belum bisa dimanfaatkan oleh masayarakat hukum adat yang memiliki hak adat tersebut.
Lembaga adat seperti Kerapatan Adat Nagari (KAN) selaku pemegang hak ulayat merasa bimbang dan tidak memiliki pegangan yang kuat ditambah dengan banyaknya perkara adat sehingga untuk melakukan perlindungan atas keberadaan pinus yang telah rusak ini tidak dapat terkelola dengan baik.
Dalam Peraturan Menteri Desa nomor 01 tahun 2015 tentang pedoman kewenangan desa pasal 2 huruf f berbunyi “Kewenangan tentang hak asal usul Nagari meliputi pengelolaan tanah Nagari atau tanah hak milik Nagari yang merupakan warisan turun temurun”. Dan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 01 tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan asset desa pasal 2 ayat (2) huruf h berbunyi “jenis aset Nagari adalah kekayaan asli Nagari terdiri atas hutan milik Nagari”.
Ditambah lagi adanya perda Provinsi Suatera Barat nomor 6 tahun 2008 tentang tanah ulayat dan pemanfaatannya semakin menguatkan bahwa kawasan hutan yang berada diatas tanah ulayat adalah sebuah potensi Nagari yang dapat dikelola oleh lembaga adat Nagari selaku pemegang hak ulayat bersama Wali Nagari selaku Pemerintah Nagari.
Untuk memanfaatkan potensi hutan pinus (kategori APL) yang berada di tanah ulayat Kenagarian Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang ini diharapkan kedepan Pemerintah Nagari bersama pihak yang berkompeten dapat meningkatkan regulasi maupun program baik itu melalui penata ruangan kawasan Nagari, melalui Badan Usaha Milik Nagari guna peningkatan pendapatan asli Nagari maupun pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas dalam hal pemanfaatan hasil hutan dan tanah ulayat.
b. Potensi Sumber Daya Manusia
Penduduk Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang pada umumnya bersifat homogen dan 100 persen memeluk agama Islam. Pada umumnya Penduduk Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang bekerja disektor pertanian karena didukung dengan kondisi lahan yang subur dan iklim yang mendukung. Sebahagian lainnya bekerja disektor perdagangan, industri rumah tangga dan lain sebagainya.
Sementara itu kelompok usia produktif merupakan kelompok terbesar, hal ini merupakan sumber daya yang cukup potensial pendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Potensi sumber daya alam yang besar tidak akan mampu dikembangkan tanpa didukung dengan potensi sumber daya manusia (SDM) yang baik dan mantap. Nagari Tj Haro Sikabu-kabu Pd Panjang juga memiliki potensi beberapa sumber daya manusia (SDM) yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan untuk mendukung pengolahan potensi sumber daya alam (SDA) yang ada, antara lain:
- Aparatur pemerintahan yang terdiri dari kombinasi antara tenaga muda dan tenaga senior yang yang cukup berpengalaman.
- Sarana pelayanan administrasi pada kantor wali nagari yang telah dilengkapi dengan peralatan komputer, walaupun kuantitas dan kualitasnya masih terbatas (belum memadai).
- Hubungan yang cukup harmonis dan koordinasi yang terjalin cukup baik antar kelembagaan yang ada dinagari walaupun masih ada kekutangan.
- Telah berdirinya beberapa Kelompok Tani dibawah koordinasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai wadah untuk mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan lain-lain.
- Meningkatnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya pendidkan, sehingga dari tahun ke tahun jumlah anak putus sekolah telah dapat ditekan (berkurang).
- Semakin bertambahnya anak Nagari yang telah menamatkan pendidikan di perguruan tinggi, sehingga kedepannya dapat berpartisipasi aktif dalam ikut membangun Nagari.
- Pada industri kecil, industri rumah tangga dan kerajinan, memiliki pekerja dan pengrajin yang cukup terampil, walaupun perlu diintensifkan pembinaan dan peningkatan kapasitas manajemen.
- Pada sebagian kelompok tani, terdapat petani yang mempunyai pengalaman dan kemampuan cukup baik dalam proses budi daya berbagai varietas/komoditi pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan, seperti: cabe, kakao, jagung, ternak ikan, dll.
- Cukup tingginya kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan berperan aktif dalam pembangunan, seperti swadaya gotong royong, musyawarah nagari/jorong, swadaya sumbangan untuk pembangunan, ronda malam, dan lain-lain.
c. Potensi Sumber Daya Pembangunan
Setiap proses pembangunan tidak terlepas dari persoalan pendanaan. Pendanaan merupakan faktor penguat dalam setiap proses pembanguan. Tanpa adanya sumber-sumber pendanaan, pembangunan akan sulit dilaksanakan. Potensi pendanaan yang dapat diraih oleh Nagari dalam melaksanakan pembangunan, antara lain :
- Pendapatan Asli Nagari (PAN),
- transfer dari Pemerintah Pusat (Dana Desa)
- Pemerintah Daerah (ADD dan PBH)
- pendapatan lain lain yang sah, dan
- Gotong Royong
Disamping itu, dalam rangka membantu masyarakat untuk mendapatkan modal usaha yang mudah dijangkau, di Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, terdapat hanya satu lembaga keuangan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) PNPM.
Sumber : Dokumen RPJM Nagari Tahun 2022
Keterangan : data ini bersifat berkala, dan dapat diupdate berdasarkan kondisi serta informasi terbaru, jika ada informasi dan data terbaru kami akan melakukan update secara berkala.