You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Bondo
Logo Desa Bondo
Desa Bondo

Kec. Bangsri, Kab. Jepara, Provinsi Jawa Tengah

Selamat Datang di Portal Website Resmi Pemerintahan Nagari Tj.Haro Sikabu-kabu Pd.Panjang | Informasi Nagari adalah Hak Masayarakat - UU RI No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi | AWASI Pembangunan Nagari Kita - LAPORKAN Bila Ada Penyimpangan

Mendes Klaim Pencegahan Covid-19 di Desa Lebih Efektif

Herry 13 Juni 2020 Dibaca 1.224 Kali
Mendes Klaim Pencegahan Covid-19 di Desa Lebih Efektif

[KBR|Warita Desa/Nagari] Jakarta-- Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengklaim pencegahan Covid-19 di desa tergolong baik dan efektif. Itu dikarenakan semua orang yang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) diwajibkan menjalani isolasi di desa atau isolasi mandiri. ODP di desa biasanya berasal dari orang yang baru tiba dari luar kota.

Ia memaparkan, data terbaru menunjukan pasien positif Covid-19 di desa hanya berkisar 600-an, jauh lebih rendah dari skala nasional yang menembus 32 ribu.

"Bahwa pencegahan di tingkat desa, itu relatif jauh lebih efektif dibanding dengan skala nasional. Misalnya penanganan ODP di desa, 186.219. Sementara penanganan ODP di tingkat nasional itu 38.791. Ini kan pencegahan. Tapi ketika sudah bicara penanganan, desa memang posisinya jauh di bawah nasional. Ini karena memang sejak awal kita sampaikan agar PDP segera diselesaikan di tingkat yang lebih atas," kata Abdul Halim Iskandar dalam konferensi pers daring, Selasa (9/6/2020).

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menambahkan, efektifnya pencegahan itu juga berkat adanya gerakan Desa Tanggap Covid-19. Alokasi dana desa untuk penanganan Covid-19 di desa sudah mencapai Rp2,8 triliun.

Lebih lanjut, kementeriannya saat ini juga tengah menyiapkan tatanan kenormalan baru untuk tingkat desa. Kata dia, semua desa baik yang terdampak Covid-19 maupun tidak akan menerapkan tatanan kenormalan baru.

"Kenapa kita berpikiran seperti itu? Karena new normal kita pahami bukan sekadar tatanan kehidupan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, tetapi adalah perubahan di desa. Dimulai dari perubahan sikap, perubahan perilaku, dan akhirnya akan menjadi perubahan budaya," tambahnya.

Oleh : Wahyu Setiawan
Editor: Rony Sitanggang

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

APBD 2026 Pendapatan

APBD 2026 Pembelanjaan